Showing posts with tag: berita e-sport

Nge-Game sebagai Profesi Atlet PUBG Mobile Indonesia

ProdukIDN – Nge-game buang-buang waktu? Tidak juga karena game juga bisa menjadi profesi. Seperti sejumlah atlet PUBG Mobile dari Indonesia ini, misalnya.

Anggapan bahwa game semata-mata merupakan media rekreasi boleh jadi masih terpatri di benak banyak orang. Itu membuat aktivitas nge-game dianggap sebelah mata, alias bukan sesuatu yang harus diseriusi.

Anggapan itu pula yang mesti dihadapi oleh para atlet eSport saat ini, secara khusus di Indonesia. Tak sedikit pula yang dapat tentangan dari orang tua, merasa kegiatan main game cuma buang-buang waktu.

Ini dialami oleh Dino Permana Putra, atlet eSport yang tergabung dalam tim Victim Esports. Saat ini timnya menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 tingkat Asia Tenggara, yang diseleneggarakan di China.

Dikisahkannya, aktivitas main game sempat ditentang orang tuanya sendiri. Apalagi saat itu dirinya masih duduk di bangku kuliah. Tak patah semangat, ia pun membuktikan diri dan potensi masa depannya lewat ajang kompetisi.

“Waktu itu di Bandung saya tunjukin dan juara 2. Dapat uang Rp 2,1 juta plus HP,” ujarnya di China, Jumat (10/5/2019).

Keberhasilan itu pula yang mengantar Dino Permana Putra direkrut manajemen Victim. Kini baginya eSport sudah menjadi pekerjaan sehingga sulit jika mesti diselingi kuliah. Sekarang, orang tua juga sudah terus mendukungnya.

Bagus Indriawan, rekannya sesama anggota Victim Esports, punya kisah lain. Setelah lulus SMA, ia tak terpikir lanjut kuliah. Kemahirannya main PUBG Mobile pun mengantarnya ke dunia eSport, yang kini disebutnya sebagai profesi.

“Ini pekerjaan saya. Saya bisa dapat gaji 2 kali UMR. Belum bonusnya,” ujarnya.

Menurut Dika selaku manajer Victim Esports PUBG Mobile, manajemen memang rutin memberi gaji bulanan bagi para atletnya. Selain itu mereka juga bisa memperoleh bonus dari kompetisi.

“Jika menang, manajemen Victim hanya 10% saja dari total hadiahnya. Ada juga bonus berupa uang atau barang,” terangnya.

Khusus untuk POMC 2019, manajemen Victim disebutnya tidak memungut sepeser pun jika timnya menang. Sekedar tahu, POMC 2019 tingkat Asia Tenggara menyiapkan hadiah US$ 400.000 untuk peringkat pertama. Belum lagi jika menang mereka lolos untuk ikut POMC 2019 tingkat global dengan total hadiah US$ 2 juta.

“Kompetisi seperti ini jadi ajang buat mereka untuk membuktikan bahwa ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Game bukan hanya buang-buang waktu dan masa depan,” tuturnya.

Menurut Dika, saat ini sudah ada atlet eSport yang mampu memberangkatkan orangtua pergi haji. Padahal jauh sebelum itu dirinya kurang dapat dukungan sekitar, bahkan sampai diejek tetangga.

Baca juga : ABU GUNUNG AGUNG CAPAI 5.142 MDPL


PUBG Mobile Club Open 2019, Thailand Borong Chicken Dinner

ProdukIDN – Hari pertama PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 tahapan Asia Tenggara didominasi tim-tim Thailand. Tiga tim dari negara Gajah Putih menduduki posisi teratas peringkat sementara.

Pertandingan hari pertama turnamen PUBG Mobile itu di VSPN Esport Arena di Shanghai, China, Rabu (8/5/2019), mempertemukan tim dari grup A dengan grup B. Masing-masing grup terdapat 8 tim, sehingga total yang bertanding terdapat 16 tim.

Untuk urutan pertama diduduki oleh Illuminate The Murder dengan raihan 131 poin, kedua RRQ Athena dengan 123 poin, dan ketiga Purple Mood yang memperoleh 87 poin. Ketiga tim tersebut berasal dari Thailand.

Mereka cukup mendominasi permainan. Dari empat pertandingan, dua chicken dinner diraih oleh Illuminate The Murder dan dua lagi oleh RRQ Athena. Tim yang memperoleh chicken dinner sendiri mendapatkan 30 poin.

Untuk tim Indonesia sendiri, hari ini baru dua tim yang bermain yakni Bigetron dan Victim. Bigetron berada di posisi 4 dengan 70 poin, sedangkan Victim di posisi 8 dengan raihan 43 poin.

Pembagian Tim Yang Tidak Seimbang

Menurut Leader Bigetron Robby Mahardika Saputra, tim-tim Thailand diuntungkan pembagian grup. Di grup A sendiri ada 4 tim Thailand sementara di grup B ada 1 tim.

“Kita engak nyalahin, tapi pengundian grupnya setiap negara enggak rata,” tuturnya kepada detikINET.

pubg mobile 2

Dengan 5 tim dari satu negara bertarung di map yang sama, memang ada saja kemungkinan “main mata” walaupun hal itu tak serta-merta terlihat secara jelas dan bukan pula sesuatu yang asing. 

“Ada semacam kode di area ini lagi ada siapa. Misalnya dia nembak-nembak ke atas berapa kali buat nunjukin ke tim lainnya bahwa mereka dari negara yang sama. Itu biasa sih kita (tim Indonesia) juga suka gitu,” ucap Robby.

Apapun, tim Indonesia tidak patah arang. Mereka masih yakin bisa lolos ke babak selanjutnya hingga ke Global Final PMCO 2019 di Berlin, Jerman pada 26-28 Juli 2019.

pubg mobile 3

Robby mengatakan, tim Indonesia bertekad mengikuti jejak tim-tim Thailand pada hari pertama. Apalagi di Grup C ada 3 tim dari Indonesia yakni Evos Esports, WAW Esports dan Onic Esport.

“Jadi modal kita nanti pas pertarungan Grup A dan C. Kita bisa juga begitu seperti mereka (Thailand),” ujarnya.

Baca juga : JASA MARGA USULKAN TARIF TOL DISKON 10% SELAMA MUDIK