Warga Cirebon Ditangkap Karena Menyebar Hoaks Rekapitulasi Pemilu

Pada kali ini kami produkidn.net akan membahas tentang informasi Warga Cirebon Ditangkap Karena Menyebar Hoaks Rekapitulasi Pemilu 2019 di kecamatan Plumbon Cirebon.

Prisa yang berprofesi sebagai wiraswasta itu mengaku kapok melakukan perbuatannya.

Warga Cirebon Ditangkap berinisial RGS awalnya mengaku datang ke GOR Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupatan Cirebon saat penghitungan suara tingkat PPK Sabtu lalu. Dia datang untuk melihat proses penghitungan suara pemilu 2019.

” Setelah itu sampai istirahat saya tanyakan ke petugas KPU, “Pak kenapa repitulasi penghitungan C1 di dalam GOR?. Saya jawab cuaca kan panas gini. Lalu kata komisionernnya khawatir hujan. Akhirnya saya upload video tersebut pada jam 13.22” Ucap pelaku.

Cideo yang berdurasi 45 detik diupload di akun Facebook miliknya. Akibatnya viralnya video tersebut, RGS lalu dilaporkan ke PPK ke polisi pada 30 APril 2019. Lalu pelaku kemudian ditangkap jajaran Polres Cirebon.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan hal yang disampaikan pelaku adalah hoaks. Pada kenyataanya, dalam rapat pleno memnag ada aturan bahwa sudah ditunjuk saksi dari masing-masing peserta pemilu.

“Memang ada aturan yang harus dipatuhi bersama di mana masing-masing pasangan calon Pilpres maupun DPD atau DPR menunjukan para sakdi untuk bisa hadir. Maka tidak semua dan yang bersangkutan mengunggah kegiatan tersebut seolah-olah tertutup” jelas Truno.

Posisi pelaku, lanjur Trunoyudo, hanya simpatisan salah satu pasangan calon presiden pada pemilu 2019.

“Sementara, saksi itu adalah orang yang diberikan mandat oleh pasangan calon. Tapi yang bersangkutan mengaku-ngaku sebagai saksi, tapi tidak diberikan diberikan mandat” Ucap Trunoyudo.

Trunoyudo menambahkan, pelaku membuat sendiri video itu. Dia juga yang mengupload video itu di media sosial.

Si pelaku akhirnya mengakui semua perbuatanya membuat hoaks. Walau ia simpatisan salah paslon pada Pilpres 2019, RGS berperan agar tidak ada lagi yang menyebarkan hoaks.

“Kesalahan saya ini untuk yang terakhir kali. Saya pesan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk jangan melakukan perb uatan yang tidak diketahui diri sendiri bahwa itu benar atau salah kemudian diupload agar tidak terjadi tersangka baru” Ucapnya.

“Jangan pernah mengupload ujaran kebencian, jangan pernah mengupload saling hujat menghujat karena kita adalah satu saudara, satu bangsa dan satu negara” tambahan RGS.